Koreksi refraksi

Koreksi refraksi

Kelainan refraksi dan cara mengoreksi fokus.

27 artikel

Penyakit yang sering dirujuk

A

3 artikel

C

1 artikel

H

1 artikel

I

3 artikel

K

4 artikel
Kejang akomodasi (Miopia semu)

Ketegangan akomodasi (miopia palsu) adalah kondisi di mana terjadi miopia sementara akibat hipertonus otot siliaris. Pekerjaan VDT atau pekerjaan jarak dekat yang berkepanjangan merupakan pemicu utama. Diagnosis banding dengan pemeriksaan refraksi di bawah sikloplegia serta perbaikan lingkungan dan resep kacamata yang tepat merupakan dasar pengobatan.

Kelelahan Mata (Akibat Gangguan Akomodasi atau Ketidaksesuaian Lensa)

Kelelahan mata adalah sindrom tidak spesifik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kelainan refraksi, gangguan posisi mata, gangguan akomodasi, mata kering, dan pekerjaan VDT. Meta-analisis menunjukkan prevalensi 51%, dan mencapai 90% pada pengguna perangkat digital. Pengobatan dasar adalah resep kacamata yang tepat dan perbaikan lingkungan.

Keratitis Difus Lamelar (DLK)

Keratitis lamellar difus (DLK) adalah peradangan non-infeksi yang terjadi di bawah flap (di antara lapisan kornea) setelah operasi LASIK atau SMILE. Ditandai dengan infiltrat granular putih seperti "Pasir Sahara", diobati dengan tetes steroid atau pengangkatan flap darurat dan pencucian berdasarkan klasifikasi Grade. Diferensiasi dari IFS (Sindrom Cairan Antarmuka) menentukan rencana pengobatan.

Komplikasi Flap LASIK

Komplikasi flap LASIK adalah istilah umum untuk gangguan struktural, inflamasi, dan infeksi yang terkait dengan pembuatan flap, reposisi, dan perjalanan pasca operasi pada operasi LASIK. Artikel ini menjelaskan klasifikasi, diagnosis, dan penanganan DLK, pergeseran flap, epithelial ingrowth, free cap, dan buttonhole.

L

4 artikel
Lensa Intraokular Fakia (ICL)

Lensa Intraokular Fakia (ICL) adalah operasi koreksi refraksi yang memasukkan lensa berbahan kolamer ke dalam bilik posterior sambil mempertahankan lensa alami untuk mengoreksi miopia dan astigmatisme. Indikasi utama adalah miopia 6D atau lebih, tanpa mengikis kornea, dan memiliki reversibilitas yang sangat baik. Dengan desain lubang sentral EVO ICL, iridektomi tidak diperlukan lagi, sehingga keamanan semakin meningkat.

Lensa intraokular fakia (phakic IOL)

Penjelasan tentang klasifikasi, kriteria indikasi, evaluasi praoperasi, teknik bedah, dan manajemen komplikasi lensa intraokular fakia (phakic IOL). Berfokus pada ICL (EVO ICL), kriteria berdasarkan pedoman Japanese Ophthalmological Society: usia 21-45 tahun, koreksi ≥6 D, dll. dijelaskan secara rinci.

Lensa kontak keras (RGP) untuk keratoconus

Menjelaskan indikasi, resep, fitting, dan manajemen komplikasi lensa kontak rigid gas permeable (RGP) pada keratokonus. Membahas secara rinci pemilihan kurva dasar menggunakan nilai BFS dari OCT segmen anterior (Metode Itoi), evaluasi pola fluoresein, dan kriteria transisi ke lensa sklera.

Lensa Kontak Multifokal (Jauh-Dekat)

Lensa kontak multifokal (jauh-dekat) adalah lensa kontak yang terutama bertujuan untuk koreksi presbiopia, menggabungkan beberapa fokus untuk penglihatan jauh dan dekat dalam satu lensa. Artikel ini menjelaskan perbedaan desain (tipe konsentris, tipe EDOF, tipe HCL), praktik peresepan, pemilihan kandidat yang sesuai, dan manajemen komplikasi.

M

5 artikel
Mata Kering Akibat Lensa Kontak (CLIDE)

Penjelasan definisi, penyebab, diagnosis, dan pengobatan mata kering akibat pemakaian lensa kontak (CLIDE). Berdasarkan Pedoman Praktik Klinis Mata Kering (Jurnal Oftalmologi Jepang 2019), Algoritma Pengobatan TFOS DEWS III, dan Laporan Gaya Hidup TFOS, dijelaskan secara komprehensif diagnosis berdasarkan lapisan air mata (TFOD), pengobatan berdasarkan lapisan air mata (TFOT), perubahan material lensa kontak, dan perbaikan perawatan.

Mata Lelah karena Ponsel

Mata tua akibat ponsel adalah istilah umum untuk penurunan fungsi akomodasi akibat penggunaan perangkat jarak dekat seperti ponsel dalam waktu lama. Secara resmi diklasifikasikan sebagai spasme akomodasi dan teknostres okular, dengan pengobatan dasar berupa perbaikan lingkungan, resep kacamata yang tepat, dan tetes mata relaksan akomodasi.

Mata Merah Akut Akibat Lensa Kontak (CLARE)

CLARE (Contact Lens-Induced Acute Red Eye) adalah reaksi inflamasi non-infeksi yang ditandai dengan kemerahan akut, nyeri, dan infiltrasi kornea yang terjadi selama atau setelah pemakaian lensa kontak (terutama pemakaian semalaman terus-menerus). Diferensiasi dari keratitis infeksi sangat penting, dan penghentian segera lensa kontak serta pemberian tetes steroid merupakan dasar pengobatan.

Metode Monovision (Koreksi perbedaan antara kedua mata dengan lensa kontak atau operasi)

Metode monovision adalah metode untuk mengoreksi presbiopia dengan mengoreksi satu mata untuk jarak jauh dan mata lainnya untuk jarak dekat. Dijelaskan secara rinci penerapan dengan lensa kontak, LASIK, dan lensa intraokular untuk katarak, penentuan mata dominan, efek pada penglihatan stereoskopis, dan prosedur uji coba.

Miopia (Ringkasan Miopia Sederhana, Miopia Tinggi, Miopia Patologis)

Miopia adalah kelainan refraksi di mana kekuatan refraksi berlebihan terhadap panjang sumbu mata, menyebabkan penurunan penglihatan jarak jauh. Artikel ini menjelaskan secara komprehensif dari miopia sederhana hingga miopia patologis, termasuk bukti terbaru tentang terapi penghambatan progresi miopia seperti tetes atropin konsentrasi rendah (Rijusea® Mini 0,025%).

O

1 artikel

P

1 artikel

T

2 artikel

U

1 artikel

W

1 artikel